Tips Membuat Foto Caleg dan Capres Yang Meningkatkan Elektabilitas

Tips Membuat Foto Caleg dan Capres Yang Meningkatkan Elektabilitas

Dunia politik memang pada dasarnya adalah hal yang sangat mulia. Apabila dilakukan dengan niat yang baik, benar serta tepat, menjadi pimpinan negara atau orang yang berpengaruh besar dalam kehidupan seluruh orang dalam satu negara tentunya akan menjadi profesi dengan potensi pahala yang paling besar. Niat untuk memperbaiki Indonesia, menjadikan lebih baik melalui jalur politik tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya upaya untuk mengambil hati masyarakat mengingat sistem politik kita adalah demokrasi. 
 
Lima tahun sekali mata kita akan dijejali aneka iklan visual caleg dan capres. Tentu saja tujuanya untuk mengambil hati para pemilih. Ada yang konvensional ala pasfoto, ada yang tak biasa namun justru menuai cibiran netizen. Seperti halnya foto yang kita bagikan ke sosial media, foto cales dan capres punya misi meningkatkan engagement serta exposure. Dari yang nggak kenal menjadi kenal, syukur-syukur bisa terkonversi menjadi suara saat pemilu yang menentukan nasib masa depan si caleg atau capres secara pribadi. Jadi, sepenting itulah foto itu berdampak kedepannya.

Upaya "PDKT" atau mengambil hati masyarakat terkadang bisa terbentuk atau justru rusak dengan hal yang sangat sederhana, yaitu foto. Ada beberapa hal yang terkadang membuat pemilih merasa "ilfil" hanya karena foto, berikut diantaranya :

FOTO CAPRES MENANAM POHON

Tepat awal September, masyarakat kita cukup dihebohkan dengan postingan salah satu yang mungkin akan menjadi salah satu capres/cawapres. Berikut fotonya.

Memperlihatkan persona pro wong cilik dan bekerja keras

Memang sekilas cukup wajar sebagai konten untuk meningkatkan citra, namun masyarakat yang semakin cerdas tentu merasa ada kejanggalan. Misalnya seperti foto tersebut adalah tempelan, editan, subjek yang dimaksud sebenarnya tak ada disana dan lain sebagainya. Namun setelah saya periksa

Analisa foto forensik


Apabila dilihat menggunakan aplikasi forensik foto, memang terlihat foto tersebut adalah asli alias tidak ada objek foto editing ekstrim seperti objek yang tidak ada menjadi ada, hanya ada editing minor saja. Bahkan ketika kita harus breakdown cara/tahapan memotret foto tersebut, kira kira seperti ini floorplannya.

Floorplan foto menanam mangga


Dugaan semakin kuat bahwa sebenarnya itu adalah foto asli. Karena itu saya tetap mencari kebenaran foto tersebut, dan saya akhirnya mendapat video asli dari kegiatan tersebut.


Foto rangkaian kegiatan

Pada akhirnya kita tarik kesimpulan bahwa tak ada manipulasi gambar, namun netizen kembali heboh dikarenakan penggunaan lighting yang berlebihan. Foto yang seharusnya alami dan begitu dramatis malahan mendapat respon sebaliknya. Ah, netizen makin pintar saja.

Tetapi tidak hanya ini, ada banyak foto-foto yang justru mendapat respon negatif hanya karena kesalahan teknik dan penyajian foto tersebut.


FOTO-FOTO CALEG / CAPRES FENOMENAL

Yang akan kita bahas ini tentu bukan hanya pasfoto caleg/capres yang biasanya tertempel di Baliho, namun juga foto-foto kampanye mereka yang disebarkan di sosial media.

 
ngga gini juga kali ya pak

Apakah ada yang salah dengan foto tersebut? Tidak. Di tengah mainstreamnya foto caleg yang B aja dengan slogan yang digunakan sejuta umat seperti sederhana, jujur, merakyat, amanah, dan segala slogan mainstream lainya, tentu yang seperti ini bisa menjadi nilai yang positif dan menjadi highlight.

FOTO CALEG DIGUGAT KARENA TERLALU CANTIK

Majunya teknologi digital membuat foto editing bisa dilakukan semua orang. Namun, kasus yang menimpa salah seorang calon anggota DPD pada tahun 2019 berbuntut gugatan. Penyebabnya adalah foto dia dianggap terlalu cantik atau tidak sesuai kenyataan.

Itu siapa? ya pantes digugat

Apakah melakukan pengeditan di luar batas kewajaran bisa dianggap melanggar? Sepanjang yang saya pelajari, iya. Apalagi jika gambar, shape, kecerahan, bentuk, tata anatomi wajah yang benar-benar berbeda dengan aslinya. Tetapi tentu saja kita perlu konsultasikan kepada ahlinya.
Ada versi imut

Namun, hal ini terkadang diakalin oleh para tokoh politik tersebut dengan cara menampilkan foto masa mudanya, ketika wajah masih terlihat sempurna.

FOTO KEPAK SAYAP

Yang satu ini meski tak ditulis nama, netizen pasti tahu. Tak ada yang salah dengan fotonya, namun penyebarannya yang terlalu masif, sampai tidak ada 1 KM ada 2 baliho besar, tentu membuat public jengah.

Hadeuh, sama satunya yang foto Bapak mengepalkan tangan

FOTO CAPRES ESTETIK SEPERTI SELEBGRAM

Entah bagaimana capres ini mendirect timnya, sosial media si capres sangat estetik hingga netizen menganggapnya tak kalah dengan selebgram seleranya.


Estetik bukan?

TIPS FOTO CALEG/CAPRES

Belajar dari ilmu fotografi dan pengalaman diatas, ada beberapa tips foto yang sekiranya bisa meningkatkan citra dan elektabilitas :

1. Lakukan pengeditan sewajarnya. Menghilangkan jerawat, keriput, atau hal tak rapih lainnya itu wajar. Namun jangan sampai mengubah bentuk wajah hingga tak dikenali atau berwujud seperti orang lain.
2. Sealami mungkin. Jika ingin berpose sendiri atau bersama-sama, lakukan sealami mungkin. Jika memang berkegiatan misalnya menanam pohon, mencangkul atau apapun itu, sebisa mungkin dilakukan dengan totalitas. Jangan ada kesan kaku atau settingan. Foto candid yang baik akan lebih bernilai daripada foto profesional yang kaku.
3. Manipulasi wajar. Jika perlu manipulasi dengan penempelan atau penghilangan objek, maka lakukan sehalus mungkin serta masih dalam batas kewajaran.
4. Minimalisasi foto, maksimalkan slogan. Foto bertujuan agar publik mengenal. Namun, jangan lupa slogan, justru ini perlu dipikirkan secara matang agar menjadi branding tak terlupa.
5. Perhatikan unsur estetika. Unsur informasi dalam foto caleg/capres itu utama, tapi jangan lupa estetikanya. Outfit, pose, makeup, hingga editing harus estetik.
6. Pose antimainstream. Jika Anda berani, buatlah pose yang antimainstream. Namun tetap ingat kembali poin-poin di atas dan tetap jangan sampai menghancurkan marwah sebagai calon tokoh politik yang berpengaruh

Dana kampanye tak sedikit, salah satu pos yang banyak menyerap anggaran adalah alat peraga kampanye (yang sebagian besar adalah foto. Unfaedah bahkan menuai hujatan tentunya bukan harapan. Elektabilitas melejitlah yang perlu menjadi tujuan. Karenanya jangan sampai anggaran yang besar ini menjadi sia-sia. Bagi saya pribadi, foto memang sangat berpengaruh besar dalam mengambil hati masyarakat. Namun ada hal yang jauh lebih berpengaruh lagi, yaitu action nyata yang berdampak positif kepada seluruh masyarakat dan negara.
 
Author: Mahendrayana Setiawan

0 comments